Welcome

Selamat Datang Teman-teman Tercinta..
yuk saling berbagi mengenai kebudayaan kita yang beragam ini..

Senin, 20 Desember 2010

Batik Wonogiren

Nggak cuma pekalongan,Solo,ataupun Jogja loh yang punya batik... nih, Wonogiri juga punya.. mau tau lebih lanjut. check it out!!


Batik Wonogiri tercipta sekitar tahun 1960an, awalnya proses pembuatan batik ini terpusat di Tirtomoyo, tepatnya kawasan Dlepih. Motif Batik Wonogiren ini mengadaptasi motif mangkunegaran. Ya maklumlah, Wonogiri itu dulunya wilayah kekuasaan Mangkunegaraan. Ceritanya panjang kali lebar, kalau mau tahu lebih lanjut komentar di tulisan ini. Nah balik ke batik wonogiren, karena memang satu darah dengan Surakarta jadi nggak jauh bedalah motif batiknya. Motif batik ini merupakan satu dari tujuh motif batik larangan loh, maksudnya motif batik keraton yang tidak boleh dikenakan oleh kaum biasa. Tapi itu dulu ya, kalau sekarang mau pakai batik Wonogiren, justru bikin bangga,, iya kan bangga menunjukkan identitas warisan budaya yang nggak semua daerah punya. Bangganya lagi ini motif batik yang langka.

Dan ini dia ciri khas batik Wonogiren yaitu punya guratan/pecahan, selain itu biasanya coraknya besar-besar. kalau menurut Keputusan Bupati Wonogiri Nomor 431/03/501/1993, batik Wonogiren dibakukan cirinya melalui empat hal, yaitu corak bledak, dasaran jene (kuning kecokelatan), sekaran (lukisan bunga), dan babaran (guratan) pecah.

Meskipun mengadaptasi motif Surakarta, motif batik Wonogiren memiliki keunikan tersendiri, selain proses pewarnaan yang lebih tebal, motif-motifnya lebih mengekspresikan alam. ya, ini dikarenakan batik ini berkembang di kawasan pedesaan. beberapa contohnya adalah motif Keladi, Jemani, Gelendong kayu, Serat kayu. 

Batik Wonogiren memang spesial, kolaborasi nuansa keraton yang kental dengan alam. seperti seorang puteri keraton yang tumbuh di alam bebas jauh dari keluarga, namun tetap tumbuh dengan cantik dan menawan. Itulah keindahan satu fase budayaku hari ini. oleh-oleh saat pulang kampung..
 
resource:
http://www.facebook.com/pages/Batik-Wonogiren/101479486578013?v=wall#!/pages/Batik-Wonogiren/101479486578013
http://batikonlinesolo.wordpress.com/2009/09/14/batik-wonogiren/#wpl-likebox
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiixyp1dlPwdyEJ4E5zjs2cJECfqhH8dRTcawPHIufwvApLGZR5iZ98SfG6zM-TbeQrr7oJFIRYm2sC2-89y6PXsBzM4z-IVbL6G1DijEWbl3PWmljN-gKJiryHu9sNArgXDTzDMnKNsLY/s1600-h/S4020436.jpg

Selasa, 14 Desember 2010

Indahnya kebersamaan dalam keberagaman

Hari ini mata kuliah englishku membahas tentang Culture. Kita terbagi dalam grup menurut budayanya sendiri-sendiri. Dalam grup itu kami berdiskusi tentang kekhasan budaya kami masing-masing. Dalam grupku sendiri yaitu Central Java diskusi dan perdebatan selalu muncul dalam pembahasan per item culture yang akan dipresentkan. Luar biasa indah keberagaman ini, dalam satu wilayah saja perbedaan adat terdapat disana sini, sungguh unik bagiku. Jawa tengah bagian utara memang berbeda dari Jawa tengah bagian selatan, selatan lebih kebudaya mataram kuno, sedangkan utara budaya Jawa Islam yang mengarah ke pembaharuan. Berada didalam forum ini sangat menyenangkan bagiku. diskusi berjalan membahas polite,impolite,traditional ceremonies,house,food,song,dance. Sebenarnya bukan bagaimana hasil akhir itu tersusun yang kami jadikan titik acuhan keberhasilan diskusi kami. Tapi lebih kepada kebahagiaan kami dalam berdiskusi dalam menertawakan tradisi-tradisi kami. maksudku bukan mengejek budaya kami, tapi sangat senang ketika ingat tradisi-tradisi itu selalu terjadi di kehidupan kami namun kami kadang acuh padanya.

Tibalah saat yang dinanti-nanti, presentasi, kami menyusun sebuah rencana untuk menampilkan materi kami di urutan terakhir perfomance presentasi. itu hanya strategi untuk membuat gebrakan karena kami tahu mereka, teman-teman luar jateng sangat menunggu penampilan kami. Dengan baik aku memperhatikan presentasi kelompok lain yang tak kalah luar biasa kehebatan culturenya. Kini tibalah groupku menampilkan kemegahan budaya kami, semua berjalan seperti tadi. teman-teman masih tetap respect memperhatikan penjelasan kami, hingga masuk pada kategori tari dan lagu, seorang temanku, namanya okta, mempersembahkan sedikit bagian tari. Hmm, dan ini bagianku "Lagu jawa terbagi empat jenis: tembang gede, tembang tengahan,tembang macapat,dan tembang dolanan. salah satu contoh tembang macapat adalah gambuh dan dolanan adalah gundul-gundul pacul". Belum sempat dilanjutkan, dosenku meminya kelompokku untuk menyanyikannya. oke. saya siap. " kendal kaline wungu, ajar kenal karo aku lelene mati digepuk, gepi nanggo walesanne, suwe ora pethuk, ati krasa remuk, kepethuk mung suwarane.. e..ya..e..ya..e...e..ya..e.ya..e..ya..e..ya..e.."Semua tertawa, semua ikut bernyanyi pada bagian e..ya..e.. Dalam keberagaman kita bersatu untuk menyanyi dan menghargai sebuah budaya, karya adiluhung nenel moyang.. Keindahan inilah yang menjadi energi untuk kita saling membantu.. untuk melangkah bersama menjadikan latar belakang dorongan untuk terus berkarya.. sangat indah..

Senin, 06 Desember 2010

Menghargai Warisan Budaya

Anak muda jaman sekarang lupa akan adat istiadatnya. Ya, seperti itulah kebanyakaan orang bercerita tentang remaja dan adat istiadat. Ups, saya salah, maksud saya seperti itulah kebanyakan orang Indonesia bercerita tentang remaja dan budayanya. Bagaimana tidak, stereotipe remaja tentang budayanya adalah budaya kuno, mereka lebih tertarik pada budaya barat.

Ini cerita saya tentang saya dan budaya saya. Saya tumbuh dan berkembang didalam Budaya Jawa, setiap waktu saya berkutat dengan urusan unggah-ungguh yang luar biasa rumit. Bahkan terkadang saya membenci pelajaran bahasa Jawa, bagaimana tidak Bahasa Jawa itu dibagi tiga tingkatan dan dalam tingkatan itu masih terbagi lagi dua tingkatan, belum mempelajari aksara jawa, gamelan, tari, seni, batik. Saya berani katakan itu pelajaran yang rumit. Saya tidak menderita mempelajarinya, hanya kesulitan dibeberapa titik. hal itulah yang membuat saya enggan mengeksplor budaya saya lebih jauh. Namun  kini, setelah saya berpindah tempat tinggal ke Jakarta, saya terpisah dengan budaya saya. Apa yang saya rasakan? apakah saya berpikir bebas? Tidak saya justru rindu sekaligus bangga. Kenapa? Karena saya yang telah berlabel orang jawa sering diajak sharing dengan teman-teman dari luar jawa. Mereka terkesan dengan apa yang saya miliki, dengan apa yang saya dapatkan dari Budaya saya. Apa yang saya miliki adalah apa yang mereka ingin ketahui, budaya saya begitu berarti dimata mereka. Saya bangga dan ingin menyuguhkan keunikan lain budaya saya. Lalu kenapa saya harus enggan mempelajarinya,saya tergolong masih muda, besok saya baru berumur 19 tahun. Saya ingin terus belajar, saya ingin terus membuat orang-orang menikmati cerita saya. Saya ingin menjadi seper sekian persen anak muda yang peduli akan Budayanya, budaya mereka masing-masing. karena pada dasarnya Budaya itu unik. darimanapun anda berasal, itulah anda, itulah point plus anda dimanapun anda melangkah.

Memang ada yang tidak peduli dengan budayanya sendiri, tapi believe it jika masih ada anak muda yang sangat menghargai dan mencintai budayanya. mari belajar bersama saya. kita share budaya kita masing-masing. akan selalu ada keajaiban dari diri anda saat menghargai warisan anda.