Welcome

Selamat Datang Teman-teman Tercinta..
yuk saling berbagi mengenai kebudayaan kita yang beragam ini..

Senin, 06 Desember 2010

Menghargai Warisan Budaya

Anak muda jaman sekarang lupa akan adat istiadatnya. Ya, seperti itulah kebanyakaan orang bercerita tentang remaja dan adat istiadat. Ups, saya salah, maksud saya seperti itulah kebanyakan orang Indonesia bercerita tentang remaja dan budayanya. Bagaimana tidak, stereotipe remaja tentang budayanya adalah budaya kuno, mereka lebih tertarik pada budaya barat.

Ini cerita saya tentang saya dan budaya saya. Saya tumbuh dan berkembang didalam Budaya Jawa, setiap waktu saya berkutat dengan urusan unggah-ungguh yang luar biasa rumit. Bahkan terkadang saya membenci pelajaran bahasa Jawa, bagaimana tidak Bahasa Jawa itu dibagi tiga tingkatan dan dalam tingkatan itu masih terbagi lagi dua tingkatan, belum mempelajari aksara jawa, gamelan, tari, seni, batik. Saya berani katakan itu pelajaran yang rumit. Saya tidak menderita mempelajarinya, hanya kesulitan dibeberapa titik. hal itulah yang membuat saya enggan mengeksplor budaya saya lebih jauh. Namun  kini, setelah saya berpindah tempat tinggal ke Jakarta, saya terpisah dengan budaya saya. Apa yang saya rasakan? apakah saya berpikir bebas? Tidak saya justru rindu sekaligus bangga. Kenapa? Karena saya yang telah berlabel orang jawa sering diajak sharing dengan teman-teman dari luar jawa. Mereka terkesan dengan apa yang saya miliki, dengan apa yang saya dapatkan dari Budaya saya. Apa yang saya miliki adalah apa yang mereka ingin ketahui, budaya saya begitu berarti dimata mereka. Saya bangga dan ingin menyuguhkan keunikan lain budaya saya. Lalu kenapa saya harus enggan mempelajarinya,saya tergolong masih muda, besok saya baru berumur 19 tahun. Saya ingin terus belajar, saya ingin terus membuat orang-orang menikmati cerita saya. Saya ingin menjadi seper sekian persen anak muda yang peduli akan Budayanya, budaya mereka masing-masing. karena pada dasarnya Budaya itu unik. darimanapun anda berasal, itulah anda, itulah point plus anda dimanapun anda melangkah.

Memang ada yang tidak peduli dengan budayanya sendiri, tapi believe it jika masih ada anak muda yang sangat menghargai dan mencintai budayanya. mari belajar bersama saya. kita share budaya kita masing-masing. akan selalu ada keajaiban dari diri anda saat menghargai warisan anda.

2 komentar:

  1. Bagaimana dengan substansi pembalajaran ala jawa yang melakukan penekanan pada titik senioritas?

    BalasHapus
  2. hmm...tentang senioritas ya, saya rasa itu ada kelebihannya juga disamping ada kekurangannya, memang orang jawa sedikit menekankan tentang hal itu.
    Senioritas telah berkembang dari susunan paling dasar kehidupan saya, karena harapan orang, dengan menekankan itu saya akan menjadi pribadi yang mau menghormati sehingga patut dihormati. sayangnya budaya itu sedikit membelok dari tujuan semula, bisa disebut disalah gunakan. kekurangannya terletak disini. dengan senioritas orang yang senior bisa bersikap sewenang-wenang.
    Tapi saya tetap menikmati kebiasaan ini. Kadang dengan inilah kita mampu mengatur sikap kepada senior ataupun junior.
    ya memang tidak bisa dihindari kalau suatu hal selalu mempunyai dua sisi yang berlawanan. ada baik dan buruknya.seperti itupulalah budaya dimanapun berada. berita baiknya Senioritas yang disalah gunakan itu kini telah mulai dikurangi faiz, salah satunya, Pramuka di Jawa sudah mulai menghilangkan senioritas.
    terima kasih komentar anda, sangat membangun sekali.

    BalasHapus