Hari ini mata kuliah englishku membahas tentang Culture. Kita terbagi dalam grup menurut budayanya sendiri-sendiri. Dalam grup itu kami berdiskusi tentang kekhasan budaya kami masing-masing. Dalam grupku sendiri yaitu Central Java diskusi dan perdebatan selalu muncul dalam pembahasan per item culture yang akan dipresentkan. Luar biasa indah keberagaman ini, dalam satu wilayah saja perbedaan adat terdapat disana sini, sungguh unik bagiku. Jawa tengah bagian utara memang berbeda dari Jawa tengah bagian selatan, selatan lebih kebudaya mataram kuno, sedangkan utara budaya Jawa Islam yang mengarah ke pembaharuan. Berada didalam forum ini sangat menyenangkan bagiku. diskusi berjalan membahas polite,impolite,traditional ceremonies,house,food,song,dance. Sebenarnya bukan bagaimana hasil akhir itu tersusun yang kami jadikan titik acuhan keberhasilan diskusi kami. Tapi lebih kepada kebahagiaan kami dalam berdiskusi dalam menertawakan tradisi-tradisi kami. maksudku bukan mengejek budaya kami, tapi sangat senang ketika ingat tradisi-tradisi itu selalu terjadi di kehidupan kami namun kami kadang acuh padanya.
Tibalah saat yang dinanti-nanti, presentasi, kami menyusun sebuah rencana untuk menampilkan materi kami di urutan terakhir perfomance presentasi. itu hanya strategi untuk membuat gebrakan karena kami tahu mereka, teman-teman luar jateng sangat menunggu penampilan kami. Dengan baik aku memperhatikan presentasi kelompok lain yang tak kalah luar biasa kehebatan culturenya. Kini tibalah groupku menampilkan kemegahan budaya kami, semua berjalan seperti tadi. teman-teman masih tetap respect memperhatikan penjelasan kami, hingga masuk pada kategori tari dan lagu, seorang temanku, namanya okta, mempersembahkan sedikit bagian tari. Hmm, dan ini bagianku "Lagu jawa terbagi empat jenis: tembang gede, tembang tengahan,tembang macapat,dan tembang dolanan. salah satu contoh tembang macapat adalah gambuh dan dolanan adalah gundul-gundul pacul". Belum sempat dilanjutkan, dosenku meminya kelompokku untuk menyanyikannya. oke. saya siap. " kendal kaline wungu, ajar kenal karo aku lelene mati digepuk, gepi nanggo walesanne, suwe ora pethuk, ati krasa remuk, kepethuk mung suwarane.. e..ya..e..ya..e...e..ya..e.ya..e..ya..e..ya..e.."Semua tertawa, semua ikut bernyanyi pada bagian e..ya..e.. Dalam keberagaman kita bersatu untuk menyanyi dan menghargai sebuah budaya, karya adiluhung nenel moyang.. Keindahan inilah yang menjadi energi untuk kita saling membantu.. untuk melangkah bersama menjadikan latar belakang dorongan untuk terus berkarya.. sangat indah..
keren, keep post :)
BalasHapusthank you.. :)
BalasHapus